“BerAksi” adalah singkatan dari :
Berkarakter
Adaptif
Kompeten
Sinergis
Inovatif
Karakter murid yang agamis dan berakhlak mulia dibentuk melalui program Islamic School Culture . Sikap agamis menunjukkan kepatuhan terhadap ajaran agama yang dianut, berperilaku santun, penuh kasih . peduli , toleransi dan keberagaman dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Disamping karakter agamis, murid juga harus sehat, kuat fisiknya dan tangguh, dibentuk melalui program Bela Negara. Membentuk karakter kolaboratif / kerjasama / gotong royong melalui program kebersamaan. Penerapan Budaya industri dalam rangka membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab murid. Program pembentukan dan penguatan karakter murid ini dalam rangka mewujudkan murid yang Panca Waluya (Cageur, Bageur , Bener , Pinter tur Singer)
Seluruh murid mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, memanfaatkan teknologi, menguasai keterampilan abad 21 dan revolusi Industri 4.0.
Pelaksanaan pembelajaran Teaching Factory, sinkronisasi kurikulum dengan industry dan optimalisasi pendekatan Pembelajaran Mendalam yang fokus pada pembelajaran kontekstual dan bermakna bertujuan untuk mencetak lulusan yang kompeten sehingga memiliki daya saing di dunia kerja.
Seluruh murid, guru, TU, orang tua , industri dan instansi terkait harus dapat bersinergi dalam mewujudkan visi sekolah dan bersinergi dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, indah dan nyaman. Program kepedulian terhadap lingkungan , yaitu “Sekolah Hijau” menitikberatkan pada pelestarian lingkungan dengan menanamkan rasa cinta terhadap lingkungan kepada seluruh warga sekolah. Kepedulian terhadap lingkungan dilaksanakan setiap hari , melalui program “Pepeling” (Pembiasaan Peduli Lingkungan).
Mewujudkan pembelajaran mendalam yang memfasilitasi murid berfikir kreatif dan inovatif. Lulusan SMK harus inovatif dalam segala hal, juga dalam berwirausaha. Program sekolah pencetak wirausaha (SPW), program Unit Produksi pada setiap Konsentrasi Keahlian , Penguatan Teaching Factory (Tefa) , dan penciptaan berbagai peluang bisnis yang didukung dengan pola pengelolaan keu angan BLUD.